Prinsip perilaku apa yang harus dipahami pendidik untuk memahami perilaku siswa?
Halaman 2: Model ABC
Berbagai faktor dapat berinteraksi dan memengaruhi perilaku siswa. Faktor-faktor tersebut dapat berupa faktor biologis (misalnya, genetika, kondisi medis, neurologi) atau faktor lingkungan (misalnya, lingkungan fisik, interaksi sosial, aktivitas, pengalaman). Meskipun faktor biologis dapat memberikan wawasan tentang perilaku siswa, pendidik sebaiknya terutama fokus pada penyesuaian faktor lingkungan yang berada dalam kendali mereka.
Model ABC (Anteseden-Perilaku-Konsekuensi)
Suatu metode untuk memahami perilaku dengan memeriksa peristiwa-peristiwa yang mendahului suatu perilaku ( Anteseden ), perilaku itu sendiri ( Perilaku ), dan peristiwa-peristiwa yang mengikuti perilaku tersebut ( Konsekuensi ); model ABC dapat digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data perilaku untuk menentukan mengapa suatu perilaku terjadi dan untuk memilih intervensi guna mengubah perilaku tersebut.
Model ABC adalah kerangka kerja umum yang menggambarkan bagaimana faktor lingkungan dapat memengaruhi perilaku sebelum dan sesudah terjadi. Model ini memisahkan kejadian perilaku menjadi tiga komponen:
- Anteseden: Setiap situasi, tindakan, atau kejadian yang mendahului suatu perilaku (yaitu, apa yang terjadi sebelum perilaku tersebut).
- Perilaku: Tindakan yang dapat diamati dan diukur.
- Konsekuensi: Setiap respons, tindakan, atau kejadian yang mengikuti suatu perilaku (yaitu, apa yang terjadi setelah perilaku tersebut).
Faktor anteseden dan konsekuensi dapat membuat kemungkinan terjadinya perilaku tertentu menjadi lebih besar atau lebih kecil. Tabel di bawah ini menggambarkan contoh perilaku di kelas beserta faktor anteseden dan konsekuensinya.

| Mendahului | Tingkah laku | Konsekuensi |
| Seorang guru menugaskan kelas untuk mengerjakan lembar kerja secara mandiri. | Para siswa menyelesaikan tugasnya. | Guru memberikan token kepada siswa berdasarkan sistem penghargaan kelas. |
| Seorang siswa sedang bermain dengan temannya saat istirahat. | Siswa tersebut menolak untuk berbagi bola dengan temannya. | Temannya pergi dan bermain dengan orang lain. |
| Seorang siswa sedang mengerjakan tugas menulis ketika pensilnya patah. | Siswa menajamkan pensilnya. | Siswa melanjutkan menulis. |
| Sekelompok siswa sedang mengikuti ujian pilihan ganda. | Seorang siswa menyalin jawaban ujian tetangganya. | Guru mengambil ujian siswa dan memberikan nilai gagal. |
Untuk Informasi Anda
Budaya merupakan pertimbangan penting dalam memahami perilaku karena budaya merupakan bagian penting dari identitas dan lingkungan seseorang. Dalam wawancara ini, Lori Delale-O'Connor membahas pengaruh budaya terhadap perilaku dan pentingnya mengkaji ulang praktik kelas dan persepsi tentang perilaku siswa yang dapat diterima.
Perhatikan bagaimana model ABC berlaku untuk semua jenis perilaku: perilaku yang meningkatkan (misalnya, menyelesaikan tugas), mengganggu (misalnya, menolak berbagi), dan tidak memengaruhi (misalnya, memutar-mutar rambut) lingkungan pembelajaran. Selain itu, anteseden dan konsekuensi dapat terjadi secara alami dalam suatu lingkungan dan dapat dimanipulasi dalam upaya untuk mengubah perilaku. Dalam tabel di atas, misalnya, siswa yang menolak berbagi dengan teman sebaya mengalami hasil alami ketika teman sebaya tersebut menemukan teman bermain lain. Sebaliknya, guru yang memberi siswa token karena menyelesaikan tugas kemungkinan besar mencoba mendorong perilaku tersebut.
Acara Penelitian
Intervensi lebih mungkin mengurangi perilaku yang menantang dan meningkatkan perilaku yang sesuai bagi siswa dengan dan tanpa disabilitas bila diinformasikan oleh analisis anteseden dan konsekuensi spesifik.
(Jeong dan Copeland, 2020)
Para pendidik dapat lebih efektif mendorong pembelajaran perilaku siswa dan mempromosikan perilaku yang mendukung proses pembelajaran ketika mereka memahami bagaimana faktor lingkungan—terutama anteseden dan konsekuensi—mempengaruhi perilaku. Masing-masing faktor ini akan dibahas lebih rinci di halaman berikut.
Aktivitas
Saat kelas dimulai, Bu O'Neill mengarahkan siswa untuk mengerjakan sendiri aktivitas pemanasan. Simon langsung mulai mengerjakannya, dan Bu O'Neill memujinya saat ia berkeliling kelas. Kelli mengeluarkan buku dari tasnya dan menunjukkannya kepada seorang teman. Bu O'Neill melihat ini dan menyuruh Kelli untuk menyimpan buku itu dan memulai aktivitas. Nadia pergi ke mejanya dan duduk dengan tenang tetapi tidak memulai aktivitas pemanasan. Ia tidak diperhatikan dan tidak menyelesaikan aktivitas tersebut sebelum pelajaran dimulai.
Identifikasi anteseden, perilaku, dan konsekuensi yang terjadi pada setiap siswa. Seret dan letakkan peristiwa atau tindakan ke tempat yang sesuai dalam tabel.
| Mendahului | Tingkah laku | Konsekuensi | |
| Simon |
Guru mengarahkan siswa untuk mengerjakan kegiatan pemanasan.
|
Siswa mulai bekerja
|
Guru memuji siswanya
|
| Kelli |
Guru mengarahkan siswa untuk mengerjakan kegiatan pemanasan.
|
Siswa menunjukkan buku kepada teman
|
Guru mengarahkan siswa ke kegiatan
|
| Nadia |
Guru mengarahkan siswa untuk mengerjakan kegiatan pemanasan.
|
Siswa duduk diam tanpa mengerjakan tugas
|
Siswa menghindari menyelesaikan aktivitas
|